Selasa, 12 Juli 2016

Internet dan Masyarakat Post Modernisme


Disadari atau tidak orang-orang yang hidup saat ini adalah generasi pertama dari awal keberadaan internet dan media sosial, terutama mereka yang berasal dari generasi Y dan Z kalau kita memakai istilahnya Baby Boomer, jika dahulu orang-orang hanya mengira-ngira dan meramalkan akan datangnya suatu zaman dimana jarak tidak lagi menjadi masalah untuk bisa berjumpa dan kini menurut saya internet dan media sosial adalah jawaban itu, dan akan semakin canggih pada abad yang akan datang.

Orang-orang yang hidup saat ini adalah orang orang yang hidup di akhir abad ke 20 dan awal abad ke 21, esok di abad 40 atau 50 dst orang-orang juga akan mencari tahu dan menceritakan tentang kehidupan, konteks dan budaya masyarakat abad ke 21 sebagaimana kita mempelajari, menggali dan menceritakan masyarakat pada abad 14, 17 ataupun 18 artinya hari ini adalah sejarah bagi anak cucu kita di masa depan. namun pencariannya terhadap manusia abad 21 tidak sesulit bagaimana kita mencari dan menggali data manusia abad 14 karena rekaman jejak manusia saat ini bisa diperoleh langsung dari akun personalnya di internet dan media sosial bagaimana ia beraktifitas apa yang dilakukannya pada hari dan jam tersebut bahkan percakapannya sekalipun terekam dengan sangat baik.

Masyarakat Post modern mempunyai data yang sedemikian kompleks dan terpampang jelas dari sumber pertama, berbeda sekali ketika kita ingin berbicara mengenai masyarakat pertengahan melalui sejarah tertulis yang sampai pada kita saat ini. pertama sejarah cendrung satu arah dengan data dari penulis tunggal yang sifatnya tentu terbatas pada perolehan dan pengamatan dari penyaji tulisan tentang sejarah tersebut. kedua bias penyaji sejarah bermain ketika ia ingin menulis bagaimana sejarah ini akan disajikan, pemilihan tata bahasa penyaji juga mempengaruhi bagaimana sejarah dipahami oleh pembaca sampai pada situasi dan lokasi penulis sejarah juga turut menentukan. setidaknya faktor-faktor tersebut akan bergulat dalam imajinasi penulis mengenai sejarah. Jika kita bandingkan dengan masyarakat post modern maka jawaban-jawabannya atas suatu peristiwa tertentu akan lebih beragam, multi paradigm, komperhensif, argumentatif dan relatif.

Internet tidak hanya sebagai konektivitas antar satu individu dengan individu yang lain tetapi juga sekaligus sebagai pustaka dunia yang menyimpan jutaan data manusia, yang bisa diperoleh diketahui kapanpun dan dimanapun, hal yang paling menguntungkan bagi masyarakat potsmodern dengan adanya internet adalah perihal tentang keabsahan pertalian nasab terhadap leluhur mereka, setiap anak, cucu akan mengetahui bagaimana kakek, buyut mereka baik wajahnya, kehidupannya, kondisi masyarakat sekitarnya, sampai logat bicaranya sekalipun dan data itu begitu mudah diketahui dengan mengunjungi langsung situs digital berupa media sosialnya selama hidup dll. dengan memiliki data tersebut maka setiap manusia postmodern akan mengetahui perubahan ataupun perkembangan dengan apa yang disebut sebagai evolusi, tentang bagaimana pengaruh garis gen dan pengaruh lingkungan kehidupannya secara lebih nyata.

Hal yang tidak didapat ketika kita berbicara tokoh abad ke-14 misalnya Ibnu Khaldun, kita bisa mengetahui dan mendefenisikannya melalui karyanya seperti Al-Mukaddimah dan beberapa karya lainnya tapi kita akan kesulitan menemukan rekam jejak yang menggambarkan keutuhan tokoh misalnya secara fisik, baik berupa wajah, suara atau mungkin kegemaran diluar dari karya yang sampai pada kita saat ini. kehilangan data tersebut akan membuat wajah tunggal dan pendefinisian yang terbatas dari segala aspek kehidupan seorang tokoh yang bersangkutan. karena dari situ kita bisa menemukan sisi lain dari seorang tokoh yang dikemukakan, tidak hanya pendefenisian satu wajah melainkan adanya wajah lain yang dapat kita simpulkan untuk pendefenisian tokoh tersebut yang bersumber langsung dari tokoh.

Dengan demikian internet membantu masyarakat post modern untuk mengungkap sisi lain dari seorang tokoh, sehingga dapat diketahui bahwa masyarakat post modern adalah masyarakat yang multi defenisi, seorang guru yang juga seorang pengusaha, seorang penulis yang juga senang berolahraga, seorang musisi yang juga berpendidikan tinggi, atau seorang akademisi yang juga musisi, penulis, pengusaha dan senang berolahraga.


Yogyakarta
12 July 2016 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon