Selasa, 28 Maret 2017

Menelusuri jejak sejarah Sunan Kudus dan Sunan Muria


Perjalanan ke Kudus saya lakukan bersama teman saya Thiyas Tono taufiq teman sekelas sejak Kuliah S1 di UIN, kebetulan dia juga mau pulang ke rumahnya di Pati, saya yang selama di Jogja belum pernah ke Pati dan beberapa aktifitas di Jogja yang cukup membuat jenuh, akhirnya memutuskan untuk refreshing sejenak sekalian melihat-lihat bagaimana kota Pati.

Agar perjalanan ke Pati jadi lebih bermakna dan berkesan, maka kamipun bersepakat untuk sekalian berziarah ke makam para walisongo. Saya sendiri juga sudah berniat sejak lama untuk berziarah ke semua makam para walisongo yang terdapat di Jawa. 

Sebelumnya saya sudah mengunjungi makam Sunan Drajat di Lamongan, sebagaimana kita ketahui bahwa terdapat makam Sunan Kalijaga di Demak dan dua Sunan yakni Sunan Kudus dan Sunan Muria di Kudus.Oleh karena itu dari Jogja kamipun menyusun rute via Semarang. 

Makam Sunan Kudus terletak di kota yang ditandai dengan masjid Menara atau dikenal juga masjid Al-Aqsha sebuah masjid dengan arsitektur menara yang khas sebagaimana candi bagi umat Hindu pada umumnya. Sedangkan makam Sunan Muria terletak di puncak Gunung Muria, nama Muria itu juga disematkan berdasarkan nama Gunung dimana Sunan Muria menyebarkan dakwah Islamnya kepada Masyarakat sekitar. 

Berdirinya menara yang menyerupai candi itu membuktikan bahwa adanya akulturasi budaya yang kuat dari masyarakat sekitar dengan nilai-nilai ke-Islaman yang diajarkan oleh Sunan Kudus.

Dalam babad tanah Jawi (catatan sejarah Jawa) bahwa kota Kudus pada masa kerajaan merupakan daerah kekuasaan Majapahit yang kemudian berhasil ditaklukan oleh kerajaan Demak, sehingga masyarakat sekitar Kudus dulunya merupakan masyarakat yang mayoritas beragama Hindu. 

Tidak hanya itu penghormatan Sunan Kudus terhadap masyarakat sekitar juga tercermin dalam doktrin dan ajarannya seperti pada saat Idul Adha, masyarakat sekitar yang hendak menyembelih sapi diminta untuk mengganti hewan kurban dengan yang lain misalnya kerbau dll.

Walaupun saat ini kebanyakan masyarakat Kudus sudah beragama Islam tapi himbauan dan ajaran sunan Kudus masih dijalankan bagi sebagian besar masyarakat Kudus khususnya di daerah sekitar masjid Menara.

Setelah mengunjugi masjid Menara, mumpung sudah di Kudus sayang untuk melewatkan ziarah ke Makam Sunan Muria, akan tetapi karena jarak tempuh yang cukup jauh kamipun memutuskan untuk beristirahat mempersiapkan keberangkatan keesokan harinya.  

***

Pembekalan sudah matang rute perjalanan menuju  makam Sunan Muria di Puncak gunung Muria juga sudah dipersiapkan, kamipun langsung berangkat dari pagi menghindari agar bisa sampai tujuan lebih awal.

karena Makam Sunan Muria terletak di Puncak gunung maka medan yang ditempuhpun menanjak, sampai pada satu titik beberapa kilometer sebelum ke Makam terdapat tanjakan yang curam biasanya para pengunjung dianjurkan untuk berjalan kaki dengan menaiki 1000 tangga, tapi bagi pengunjung yang ingin melanjutkan menggunakan motor dengan melewati tanjakan tersebut juga tidak apa-apa.

Sunan Muria sendiri merupakan putera dari Sunan Kalijaga, sebagaimana Sunan Kalijaga, Sunan Muria juga mendakwahkan Islam dengan Khazanah kearifan lokal masyarakat setempat. Menariknya Sunan Muria mendakwahkan Islam kepada masyarakat sekitar di dataran tinggi.

Sesampinya di Puncak Muria banyak sekali kami menemukan para pendatang yang hadir untuk berziarah, sebelum masuk peziarah diarahkan untuk bersuci terlebih dahulu dengan berwudhu di masjid yang terdapat tepat di depan pintu masuk. kemudian petugas sekitar akan memandu bersama peziarah lainnya untuk memasuki kawasan makam.

Setelah melaksanakan serangkaian ziarah di Makam Sunan Muria kamipun pulang untuk beristirahat dari aktifitas seharian.

tampak lokasi depan sebelum masuk ke makam Sunan Kudus


Menara Masjid Al-Aqsha Kudus


Tampak dari kejauhan lokasi Makam Sunan Muria di Puncak Gunung Muria

Di gapura depan Jalan masuk menuju makam Sunan Muria

Di kawasan sekitar makam Sunan Muria

Pintu keluar setelah berziarah dari makam Sunan Muria

Dokumentasi video perjalanan di Kudus

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon